Cari di sini, Bos

Senin, 17 September 2012

WebCam


Malam itu, gw lagi sibuk menghitung penghasilan toko hari ini. Cukup ramai,
banyak sekali kiriman sehingga bon-bon dan uang berserakan didalam laci.
Dari sore hari, setelah tutup toko gw merapikan semuanya lalu mulai menghitung.

Pegawai-pegawai gw udah pada pulang, kecuali si faisal yang masih di toko, membantuku merapikan semua ini.
Dan, seperti biasa, kalo pas berdua begini gatelnya pasti kumat. “Non, yuk
maen kuda-kudaan.”, ujarnya genit. Huh, gw cuman melengos aja. Kumat ya?
sahutku ketus. Iya nih, liat non pake kaus ketat ini gw jadi demen, sahut
Faiz santai sambil tertawa. Gw cuman melengos aja dan tetap ngurusin bon-bon
dan uang diatas meja.
“Eh non. Ntar abis gini cam show yuk.”, tanyanya sambil membantu menghitung
uang. Maksudnya? “Ya kita online pake webcam geto.”. Wuah, ini tukang ngerti
webcam juga. “Webcam ama sapa?”, tanya gw penasaran. “Ya ama temen saya gitu
non. Bukan temen seh, kenal lewat YM. Dia ga percaya kalo saya pernah ngewe
ce chinese. Lha makanya ntar kita buktikan”. GUBRAK! LOE UDAH GILA YA !!!
Sahutku ketus sambil kujewer kupingnya. “Aduuuh. ampun non. Cuman show aja,
ndak usah keliatan wajahnya nonik yg cakep ini. cuman mau buktiin aja kalo
saya juga bisa. Gitu. aduuh..”, rintihnya. Gw diem aja. “Huh, ya liat ntar
aja mas. sekarang masih repot.”, Jawabku ketus. “Iya deh non. Tak tungguin.
Soalnya ane udah janjian hari ini.”. “Lho, kurang ajar lu ya. Kalo misale
aku ndak mau gimana?”. “Ya apes aja non”, sahutnya enteng.
“Udah blm?”, tanyaku singkat. faisal nampak bingung, kok temennya ndak online.
Gw perhatikan, hm…biar tukang nampaknya dia ngga gaptek deh. kita online pake
laptop netbook gw.
Setelah agak lama, akhirnya temen dia online juga. Mereka sempat chatting
sebentar, mengatakan bahwa si faisal gatel ini sudah siap untuk membuktikan
sesumbarnya dan membawa nonik disebelah, siap untuk webcam. gw seh awalnya
ndak mau, tapi karena dipaksa terus…sumpek juga di-bawel-in ama cowok.
jadinya ya… Hm…(gw ndak bilang mau lho ya, tapi dipaksa ).
Lalu mulailah webcamnya. Disisi sono nampaknya ada cowok juga, dari perawakannya
udah sekitar 30-tahun, tapi wajahnya ndak keliatan. Ngakunya bernama Abdul, tapi
ndak tahu itu nama betulan apa ngga. Dia udah ngga pake celana, kayaknya udah
siap buat coli tuh, sambil webcam ama kita. Tititnya yang item udah toeng dan
membesar. wew…cape deh.
Saya sempet copy paste percakapannya:
rozaxYY: wah ga nyangka, zal. lu beneran bisa bawa ce c*** itu!.
faizXXX: iya. sampeyan wes percaya kan?
rozaxYY: injih.
faizXXX: haha.
rozaxYY: Wes nang molai sana.
faisal lalu mengatur netbook gw agar cameranya ndak memperlihatkan wajah kita.
Setelah itu dia menarik gw dekat ke dia, gw duduk disebelah kanan.
Gw deg-deg-an neh. bakal diapain ya?? Ternyata dia lalu memposisikan gw untuk
duduk didepan, dia dibelakang gw. Pelan-pelan kedua tangannya mulai gerilya,
diremasnya kedua payudara gw dari belakang. Gw tepis, malu tahu diliat orang,
walaupun via webcam. Tapi dia tetap meksa dan lama-lama gw biarkan dia meremas
bukit kembarku yang terbalut kaus ketat itu. Kulihat si Abdul mulai mengelus-
elus penisnya yang besar.
rozaxYY: J****k. kowe garai aku tambah pengen ae, mas.
faizXXX: hahaha…
Gw dipeluknya dari belakang sambil tangannya terus-menerus meremas payudaraku.
Diciuminya punggung gw yang masih terbalut kaus ketat pink itu. Perlahan
dia mulai mencumbui leher gw. Aku pasrah aja. GW mendongakkan kepala keatas,
membiarkan dia menjilati dan menikmati leher gw. Ah…geli campur enak.
Setelah puas, dia lalu menarik lepas kaus ketat yang gw
pake, membiarkan bra item gw yang masih menutupi dada gw.
rozaxYY: ouch! asem. sexy tenan nonikmu, mas
faizXXX: hahaha…kowe ga percaya kan dulu?
rozaxYY: iyo. aduh…
(Abdul nampak semakin cepat mengocok penisnya). Gw diem aja.
faisal lalu menyusupkan tangan kanannya kedalam bra sebelah kiriku dan mulai
meremas payudara gw dari dalam. Ah…darahku mulai berdesir. Ditambah lagi
dia mulai memilin-milin puting payudaraku. uh…Tubuhku sedikit menggeliat
merasakan geli campur nikmat. Tengkuk gw dicuimi ama faisal sambil dia
menggesek-gesekkan penisnya dari belakang. Ah, pelan tapi pasti gw semakin
horny dibuatnya.
rozaxYY: zal, lepasin dunk bra nonikmu. gw mau liat toket cina nih.
faizXXX: beres bos.
Seteleh menjawab faisal lalu melepas bra hitem gw secara perlahan. Gw menutup
payudara gw pake tangan, maluuuuuuuuuuu. Abdul dengan cepat menulis agar faisal
membuka kedua tanganku agar dia bisa liat. faisal menurut tapi gw melawan. Ih..
malu. Akhirnya gw kalah tenaga dan kedua cowok gatel itu bisa menonton payudara
gw dengan bebas.
rozaxYY: Auh….pink. sexy abis. putih montok. J****k km za. hehehe…34 ya?
faizXXX: iya bang. 34B. putih abis semok. merah muda lagi putingnya. enak
buat diemut.
rozaxYY: haha…iya percaya saya. silahken dilanjutken.
faisal lalu meremasi payudara gw dari belakang, kali ini tangannya yang agak
kasar langsung bersentuhan dengan kulit dadaku dan putingku. Ssst…enaknya.
Mataku mulai terpejam merasakan sentuhan erotis ini.
Setelah puas, faisal lalu pindah posisi didepan gw dan langsung melahap
payudaraku dengan rakusnya. Disedotnya putingku dengan buas. Lidahnya terasa
menari-nari dengan liar, membuatku semakin tidak bisa mengontrol diri. Terasa
ada cairan yang mengalir keluar dari mqku. ah…ssssssst…
Beberapa menit udah berlalu, gw udah sangat terangsang. mqku terasa becek
sekali. faisal nampaknya mengetahui ini. Dia lalu segera melepas seluruh
pakainnya dan kemudian melucuti celanaku sehingga kami berdua berbugil ria.
Aku pasrah saja.
faisal kemudian duduk diatas kursi dan memposisikan gw diatas pangkuannya.
Kami saling berhadapan. Tak lama kemudian, gw merasakan ada sebuah penis yang
mulai menyeruak masuk kedalam mq gw. Auh…sakit…faisal tidak perduli
dengan rintihan gw. Dia tetap dengan ganas menyodokkan penisnya masuk kedalam
mq gw. Ssth…ah…………Kita berdua lalu bersetubuh dengan liar. Kulingkarkan
lenganku di lehernya sambil menggoyangkan pinggulku naik turun, mengkocok penisnya
yang besar didalam lubang kenikmatan gw. sssh…Trus sal, enak sal..shh..ahh
erangku penuh nikmat. Lupa bahwa yang menyetubuhi gw ini adalah pembantu gw 
Cukup lama aku disetubuhi dengan posisi duduk ini. Lalu faisal minta berhenti
dan memposisikan gw menghadap ke kamera. Kami lalu melanjutkan persetubuhan ini
sambil kedua tangannya tak henti-hentinya meremasi payudaraku. Agak sakit sih…
tapi gw biarkan aja, abis enak beneran  Punggung gw dijilatin dan diciumi
sambil kedua putingku dibuat mainan oleh jari-jarinya faisal. Ah…enaknya.
Abdul trus beronani, mengkocok penisnya semakin keras, menonton persetubuhan ini.
Kulit gw yang putih sangat kontras dengan tubuh faisal yang item. Pemandangan yang
sangat menggoda siapa saja yang melihatnya.
Setelah itu, gw disuruh nungging sambil berpegangan pada kursi. Lau dia dari
belakang memasukkan kembali penisnya kedalam mq gw. “Ah…”, erangku saat penis
itu membelah liang vagina gw. faisal lalu memegang pinggul gw dan mulai menariknya
maju-mundur. Uh…enak banget non mq kamu. Gw diem aja sambil merem, merasakan
enaknya disetubuhi ala doggy ama pembantu gw ini. Tangannya bergantian meremas
payudara gw. Wajahku gw tutupin pake rambut supaya ndak bisa dilihat jelas via
webcam, tetapi aku tetap bisa membaca chattingan mereka  faisal tetap mengkocok
penisnya didalam mq gw selagi chatting.
rozaxYY: Aduh biyung…putih ama item. sexy abis mas.
faizXXX: iyo. sip tenan mq cina.
rozaxYY: piye mas rasae?
faizXXX: anget2 piye gitu lho mas. anget becek. pokoke mak nyus
rozaxYY: Hahahaha (sekalian tertawa beneran)
Cukup lama si faisal menyetubuhi gw dalam posisi doggy. Tak lama kemudian gw merasa
hendak orgasm nih. Shhh…ah…eh….erangku. Lalu kurasakan mqku berdenyut-
denyut dan mulai meremas penisnya faisal. Auh…Tubuhku terasa kejang dan….
masssss…………..ahhhhhhhhhhhhh
peganganku hampir lepas dari kursi saat mencapai puncak kenikmatan itu. Untung
faisal buru-buru menangkap tanganku dan menahannya. GW cengkram lengan itu
sekuat tenaga sambil memejamkan mata, merasakan nikmatnya orgasm. mqku berdeyut
selama bberapa detik. Auh…..nikmat banget.
rozaxYY: woaaaaaaa…nonik udah nyampe tuh mas.
faizXXX: yep. aku selesaikan dulu ya.
Lalu dengan ganas faisal menyetubuhi gw lagi dari belakang, tidak perduli pada
mq-ku yang masih berdenyut akibat orgasm itu. ssh…ah…perih.
Aduh non…ah…AHhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…Dengan cepat dia mencabut penisnya dari
mq-ku dan mengkocoknya sebentar, lalu crot-crot…sshhhhhhh…dia ejakulasi
di punggung gw. aduh…bakal lengket-lengket nih. sebel deh.
rozaxYY: yah…udah crot. mas aku blum…
faizXXX: ya gapapa. sana coli hehehe
Aku lalu duduk diatas kursi, cukup lemes sehabis orgasm. Kulihat abdul semakin
cepat mengkocok penisnya, sambil memandangi tubuhku lewat webcam.
rozaxYY: mas minta nonikmu BJ donk. cepetan.
faizXXX: ya ok.
Faisal lalu berdiri didepan gw dan menarik kepalaku supaya mem-blow job penisnya.
uh kurang ajar betul nih orang. Gw lalu memasukkan penis hitam itu kedalam mulutku
dan mengulumnya. Udah agak loyo sih…tidak sekeras tadi. Faisal nampak menikmati
BJ gw, tangannya memegang kepalaku dan menggoyangnya maju mundur. Untungnya, tak
lama kemudian, si abdul mencapai ejakulasi. Ah….gw segera berhenti mem-blow job
pegawai gw ini, mengambil seluruh pakaianku dan lari ke kamar mandi untuk
membersihkan badan.

Shelvy, Gara-gara Anjing


[imagetag]

Cerita Dewasa Aku adalah mahasiswa yang baru saja memasuki salah satu universitas yang ada di kota kembang Bandung. Sbenarnya aku sudah 4 tahun nganggur,dan tidak melanjutkan pendidikanku ke jenjang perkuliahan semenjak aku lulus SMA. Sudah 2 bulan ini kujalani aktivitas perkuliahan ku bersama teman-teman baru,baik sesama teman fakultas, maupun teman fakultas lainnya, dikampus ini.

Kampusku adalah kampus berasrama dan akupun tinggal diasrama. Biasalah,,, kehidupan kami selau dikekang oleh waktu,,.terkadng kami bosan dengan kehidupan yang itu-itu aja. Namun kami punya akal untuk mengatasi hal tersebut. Kami sering pergi keluar kampus, melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat bertenteangan dengan peraturan kampus. Kami sering merokok, minum-minuman keras,dugem, dan berbagai hal yang lainnya.. tapi kami sering merokok diluar kampus, di villa yang ada di dekat kampus ku.

Tapi tak disangka, hari itu adalah hari yang sangat buruk bagiku dan 3 orang temanku. Karena ada villa di belakang kampusku, kami pun berniat untuk pergi merokok ke villa. Villa nya jarang ditempati, karena disewakan. Biasanya diisi pada waktu liburan atau Saturday night. Kamipun pergi menuju villa, dengan modal 6 batang rolok filter.

Sambil jalan dengan rokok dimulut yang sudah dibakar, kamipun bergurau dan tertawa serta bercanda yang tak ada mulanya. Kami melewati sebuah villa yang ada anjingnya. Anjing itu adalah anjing betina yang lagi beranak. Temenku iseng menggangu anjing beranak itu. Tapi anjing itu hanya menggonggong tetapi tidak mengampiri kami..

Namun ternyata ada 3 anjing yang datang menghampiri kami dari belakang dan 1 anjing gede dari depan. Kami pun terkepung dan tidak tau mau kemana,.. ga ada waktu untuk mikir lagi, kami lari pontang panting dan berpencar.

Aku berpisah dengan 3 0rang temanku. Mereka dikejar 1 anjing gede, sedangkan aku dikejar 3 anjing dengan suara gonggongannya yang menakutkan..akupun tak tahu mau kemana. Karena aku belum tau betul daerah tersebut.. kupikir itu adalah waktu terakhir ku. Tanpa arahy aku berlari muter-muter di situ-situ aja… tapi anjing nya jadi berpencar juga langsung mengepungku. Akupun lari terus hingga kulihat didepan ada jalan buntu.. hanya ada pagar rumah 1½ meter tingginya. Ga perlu piker panjang, akupun langsung melompati pagar itu. Dan berlari terus memasuki pintu belakang, menuju pintu depan. Walau anjingnya ga ngejar lagi, aku tetap aja masih takut. Ketika mentok dipintu depan, ada teriakan anak kecil ternyata dia adalah orang yang menyewa vlla itu dengan keluarganya…..

Mungkin mendengar teriakan adiknya, kakanya yang cewe turun dari lantai 2 rumah tersebut,menghampiri ku sambil berkata,"kenapa???? Kok nafas kamu tergesah-gesah sih??? "

Aku terdiam,dan bingung mendengar suaranya yang halus dan manja itu. Tapi posisiku tidak baik,karena memasuki rumah orang tanpa pamit. Eh,, dia mengajakku intuk minum segelas air putih sambil menenangkan diri dilantai atas, karena minum di dapur bawah udah habis. Ketika naik ke lantai atas, ku pandangin tubuhnya yang seksi dengan pakaiannya yang ketat, hanya memakai BH tipin pink dan tengtop tipis dari sutera berwarna putih. Jadi buah dadanya langsung kelihatan bentuknya. Pahanya yang mulus dan hanya mengenakan rok pendek sepaha, dan terkadang kelihatan CD nya olehku. Tapi aku tidak mau berfikiran jorok.sambil jalan dia langsung menanyakan namaku.kamipun berkenalan.. namanya Shelvy, sesuai bagusnya denga tubuhnya yang indah yang membuatku nafsu seakan-akan ingin bersetubuh dengan nya. Shelvy masih kelas 3 sma namun body nya udah kebentuk. Dia masuk kamar duluan, aku sungkan masuk ke kamarnya…. Namun dipaksanya masuk kamar nya. Dikamar, kami duduk diranjang dan diapun mengambilkan ku segelas airputih dan memberiku minum… dia malu-malu mengajak ku berbicara panjang lebar, dan dia keluar kamar sertra menyuruhku istirahat sambil menenangkan diri… aku tertidur pulas diranjangya sampai jam setengah tujuh malam. Lalu shelvy membangunkanku karena bonyok nya datang.dia panik ga tau mau berbuat apa. Akupun panik ga tau mau kemana… tiba-tiba dia turun kebawah dank u dengar shelvy berkata pada bonyoknya kalau dia mau tidur, dan jangan diganggu…

Dia naik lagi ke kamar, dan bingung menatapku selama 30 menit. Akupun bingung entah apa maksudnya, lau dia datang menghampiriku,dan langsung memegang kerah baju ku. Akupun tak bias bernafas dan diam membisu, karena buahdadanya yang gede itu tepat berada di depan mulutku.ku raih tangannya dan kujauhkan tangan nya dariku, tapi tak sengaja tangan ku menjamah toketnya. Spontan tangan ku pun berhenti seperti mati rasa dan tak bergerak lagi.meskipun demikian dia tidak marah ataupun teriak. Dia malah merespon tindakan ku yang tak sengaja itu. Dia mendekatkan dirinya padaku sehingga toketnya menyentuh dadaku, dan jalan tolku terasa menentuh vaginanya.

Karena aku telah mendapat persetujuan darinya, ku remas-remas buah dadanya yang gede itu dari balik tengtop dan BHnya yang tipi situ. Putting nya pun kian mengeras seakan hendak merobek dan menembus BH nya. Tak cukup kurasa, kucium bibirnya, ku kunyel-kunyel lidahku didalam mulutnya, dan diapun melakukan demikian. Kulumat bibirnya yang seksi itu, dan sembari kujamah vaginyanya dasi balik CD nya. Tak puas demikian, ku buka tali BH dan tengtopnya sehingga terpaparlah gunung kembar yang sedari tadi ingin ku isap putingnya. . lalu kami pun langsung keranjang dan Shelvi tidur terlentang seakan pasrah dan menyerah pada ku. Lalu kuisap putingnya, dan ku main-mainkan putingnya engan lidahku yang nakal, dan kusedot susunya dengan rakusnya aku tak henti-henti menji;lati dan menyedot susunya…

Lalu ku buka semua tengtopnya dan BH nya, serta kulucuti rok nya dan CD nya yang tipis itu… maka terlihatlah vaginnya yang masih rapat dan merah serta ditutupi jembut yng tidak terlalu tebal…. tempemnya sudah mulai basah. Kucium aroma tempenya yang semakin merangsangku untuk sesegera mungkin menancapkan tombak ku ke dalam tempenya. Kucium dan kujilati tempenya sambil dia merintih keenakan saat kurawat vaginanya. Perlahan kusibak bibir tempe Shelvy dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol keluar. Wajahku bergerak ke tempenya, sementara tanganku kembali memegangi payudaranya. Kujilati kelentit Ika perlahan-lahan dengan jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu tanganku mempermainkan puting payudaranya.

"Auhhhh… shhhhh… betul… betul di situ sayang… di situ… enak… shhhh…," shelvy mendesah-desah sambil matanya merem-melek. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke atas-bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mata. Keningnya pun berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin meninggi.

Aku meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan-jilatan panjang dan lubang anus sampai ke kelentitnya.

Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala menyentuh tempe Shelvy. Terasa benar bahkan dinding vaginanya mulai basah. Bahkan sebagian cairan vaginanya mulai mengalir hingga mencapai lubang anusnya. Sesekali pinggulnya bergetar. Di saat bergetar itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuat-kuat sambil ujung hidungku kutusukkan ke lobang tempenya.

"owhhhh aghhhh… enak sekali sshshhh…," Shelvy terus mengerang dengan kerasnya. Aku segera memfokuskan jilatan-jilatan lidah serta tusukan-tusukan ujung hidung di vaginanya. Semakin lama vagina itu semakin basah saja. Dua jari tanganku lalu kumasukkan ke lobang tempenya. Setelah masuk hampir semuanya, jari kubengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena 'G-spot'-nya. Dan berhasil!

"Auwww……!" jerit Shelvy sambil menyentakkan pantat ke atas. sampai-sampai jari tangan yang sudah terbenam di dalam tempe terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahku. Bau harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk ke sel-sel syaraf penciumanku.

Aku segera memasukkan kembali dua jariku ke dalam vagina Shelvy dan melakukan gerakan yang sama. Kali ini aku mengimbangi gerakan jariku dengan permainan lidah di kelentit Shelvy. Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang bagiku untuk menjilat dan mengisapnya. Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan lidah serta kuisap-isap perlahan, Shelvy semakin keras merintih-rintih bagaikan orang yang sedang mengalami sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat aduhai itu menggial ke kiri-kanan dengan sangat merangsangnya.

"terus sayang,, ayo teruss,, lagi sayang,,, sayang,,,,," hanya kata-kata itu yang dapat diucapkan Shelvy karena menahan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi.

Permainan jari-jariku dan lidahku di tempenya semakin bertambah ganas. Shelvy sambil mengerang -erang dan menggeliat-geliat meremas apa saja yang dapat dia raih. Meremas rambut kepalaku, meremas bahuku, dan meremas payudaranya sendiri.

"sayang,,,, Shelvy sudah tidak tahan lagi… Masukin konthol saja … Ohhh… sekarang juga awhhh,,,, ahhhhh,,,,…! Sshhh. . . ," erangnya sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya.

Lalu dia tiba-tiba Shelvy berpindah arah dan bangun menghampiri kemaluanku. Langsung dibukanya celanajeans ku dan dilepasnya semua pakaianku serta CD ku. Akhirnya senjata tempurku pun langsung berdiri tegak. Shelvy secara langsung meraihnya dan langsung menyepong jalan tolku. Dia menikmati jalan tolku didalam mulutnya yang lembut kurasakan. Waktupun terus berjalan , setelah dia puas menikmati jalan tolku dan menjilati buah zakarku, dia langsung menuntun jalan tolku kearah vaginanya… Shelvy memaksaku untuk memasukkan jalan tolku. Akupun mencobanya, namun karena dia masih perawan, aku perlahan lahan memasuki nya, ahhhh,,,,,,ahhh,,,eghhhh,,, pelan-pelan dong…. Sakit neh…. Sahutnya ketika aku mencoba memasuki pertahanannya. Kurang lebih 3 menit aku berjuang menembus tempenya akhirnya jalan tolku pun tertanam didalam tempenya. Dia pun langsung merangkulku dan memegang erat tubuhku seakan tak mau melepaskan jalan tolku dari dalam tempenya.

Tapi ku katakana padanya,"tunggu shel,ini masih permulaan,,, " aghhhh,,,, eghhhh… sahutnya, seakan dia meraskan indanhya ngesot. Lalu kulepaskan jalan tolku, dan akupun langsung ngesot bareng shelvy seperti film2 bokep. Keluar masuk jalan tolku dari dalam vagina shelvy, sambil dia merintih kesakitan dan enak, akupun terus menggoyangkan jalan tolku di vbaginanya. Setelah itu kulakukan ala dog style, dan terus ku kentoti shelvy dengan servisan yang memuaskan. Ayo dongg,,,, ahhh,,, kurang kenceng,,,, eghhhh, eghhh,,, aghhh,,, shelvy terus menjerit dan memaksaku untuk berorgasme. Lalu ku goyang cepat dan kutarik jalan tolku lalu ku*kan ke perut shelvy…. Akhirnya akupun langsung terletak trak berdaya diatas tubuh shelvy.. tapi dia belum puas, karena dia langsung meraih jalan tolku lalu menyepongnya lagi sampai akhirnya jalan tolku tegang lagi.dia memaksaku untuk ngesot lagi. Dan akupun melayaninya lagi, karena jalan tol kupun sudah kembali pada posisi on.kami pun ngesot lagi di malam yang sama ronde kedua. Dlam aksi kedua ini, shelvy berorgasme sebanyak 4 kali. Beberapakali dia menyemburkan cairan orgasmenya ke muka ku. Akupun mejilatnya dan itu menambah gairah dan nafsuku padanya. Kulanjutkan aksiku sambil menciumu dan melumati bibirnya, serta kuhisap teteknya, dan akhirnya akupun orgasme lagi… kucabut jalan tolku dank u semburkan di mulutnya dan buah dadanya. Lalu dia menjilati spermaku di sekeliling bibirnya.

Tiba-tiba shelvy menarik lagi jalan tol ku yang setengah tegang itu, lalu memasukkannya ke tempenya. Kupikir kami mau ngesot lagi. Ternyata, dia bilang," jangan dilepas dulu yah jalan tol kamu,,,,, aku mau kita tidur seperti ini sampai pagi… " aku tak dapat berkata apa apa, karena tubuhku dipeluk erat olehnya. Kuulihat jam, telah menunjukkan pukul 11.45 tak terasa sudah lebih dari 3 jam kami berhubungan sex.akhirnya kamipun tertidur dengan posisi jalan tolku masih tertancap di tempenya shelvy… pagi nya jam 5 aku tersadar dan sekera bangun dan kutarik jalan tolku dari tempenya shelvy… shelvy pun terbangun .aku berkata pada shelvy," aku mau mandi dulu, aku mau pulang. Entar ketahuan sama bokap nyokap kamu… shel".shelvy menarikku dan berkata," ahhh,,, kog gitu sihh??? Yaudah, kita mandi bareng aja. Aku masih pengen lagi…" lalu kami pun mandi bareng, dan didalam kamar mandi, kami juga menyempatkan diri untuk nge sex dan ngesot sama Shelvy. 3 ronde telah kulakukan bersama shelvy

Tepat jam 6 pagi, aku pulang lewat pintu belakang tanpa diketahui ortunya, sebelum pulang, shelvy memberiku nomor hp nya, dan dia mencium ku, 3 menit lamanya kami ciuman di belakang pagar rumahnya. Aku pun pulang dan kembali kekampus. Tak kusangka, perawan nya telah ku ambil dan perjakaku telah hilang juga. Sampai saat ini aku sering kontek-kontekan dengan shelvy. Dan kebetulan juga kantor bokap nya shelvy ada di dekat kampus ku. Jadi mereka sering nginep di villa itu.

Bila shelly nginep di villa, dia langsung menelepon ku dan aaku segera dating memenuhi panggilannya. Sampai saat ini sudah tak terhitung entah sudah berap[a kali aku ngesot sama shelvy. Aku selalu puas, karena biasanya 3-4 ronde kami lakukan bersama.

Cyntia


Masih terlalu hangat untuk diingat kembali kenangan manis ini. Selalu terbayang meski di tengah kegelapan malam. Semakin dingin kurasakan semakin menghentak sanubari ini. Begitu indah untuk dilupakan.
Hari belum begitu siang malah baru menanjak. Langit kota Jakarta sangat cerah sekali. Awan putih membela sepanjang cakrawala. Waktu menunjukkan hampir pukul 10.00. Aku sudah mesti siap-siap menjemput adikku yang akan datang dari Surabaya. Maklum adik cewek jadi mesti dijemput. Biasalah di kota besar seperti Jakarta ini banyak sekali orang iseng termasuk pelaku krimimal. Huhh.. Sebel deh bila ingat semuanya itu. Polisi pun kadang nggak berkutik sama sekali.
Adikku kuliah di sebuah perguruan tinggi terkenal di daerah Jakarta Barat. Dia kost di sekitar kampusnya, Grogol. Yang ingin aku ceritakan ini bukanlah mengenai kota Jakarta atau adikku, terlebih diriku. Kalau kamu melihat saya mungkin tidak akan percaya bahwa saya menyimpan cerita-cerita yang mengasyikkan yang sebenarnya tidak boleh diceritakan.. Hihihi.
Suatu hari saya nyasar di situs ini dan saya berpikir mengapa tidak saja saya posting sebuah kisah menarik ini? Toh orang lain juga nggak akan tahu saya siapa? Itulah salah satu alasan saya dan saya harapkan bisa memberikan penghiburan bagi semuanya. Kalau bagus ya simpanlah dalam hati dan kalau kurang bagus ya lupakanlah, oke?
Saya cukup tinggi 173, 64 kg. Tidak terlalu putih dan saya selalu bangga akan hal itu. Sebab putih saya rasa bagaikan mayat atau singkong kupas kulit. Saya memang pure chinese. Badan saya langsing tetapi tidak tipis. Suka fitnes, berenang dan lari pagi. Six pack mulai kelihatan di tubuh aku. Pokoknya dari luar tidak bikin orang kecewa. Apalagi memang banyak gadis-gadis suka padaku. Kok aku jadi malu ya melanjutkan kisah ini.
Begini. Saya ingin mengisahkan kisah pribadi saya dengan dia. Dia adalah mahasiswi di kampus adik saya kuliah. 167/55, rambut panjang, chinese dan-mohon maaf-saya rahasiakan nama dan data dirinya ya. Bukan apa-apa loh tetapi demi privacy kita semua. Dia cukup cantik dan manis atau mungkin lebih bagi orang lain. Kalau saya bilang cantik maka cantik sebab saya bisa menilai orang apa adanya.
Waktu itu saya tiba di kost adik saya setelah menjemput adik saya. Saya jarang masuk ke kost putri karena pantangan. Jujur saja saya orangnya baik dan rumahan. Pernah sekali pacaran tetapi putus karena ya apalagi jika bukan selingkuh. Bukan saya loh tetapi pacar saya. Mungkin saya kurang genit atau apalah saya nggak tahu. Yang pasti aku orangnya baik dan sopan. Banyak tante-tante juga suka padaku. Wah kelihatan aku menyombongkan diri ya? Enggaklah.. Aku bicara apa adanya. Aku kerja di perusahaan konsultan ternama dan layaknya executive biasanya. Rapi, celana katun dan selalu pakai dasi. Emang saya belum punya mobil tetapi saya nggak pernah merasa kecil hati.
Saya selalu percaya diri dengan diri saya kok. Tamatan Trisakti, pandai, suka bercerita dan penuh humor. Baik dan selalu baik dibilang teman-teman aku baik cewek atau cowok. Kalau pintar dan tulus wah nggak usah dibandingin deh.. hahahaha.
Setelah sampai di kost, adikku berkata,
“Ko, santai aja lagi. Nggak ada siapa-siapa juga. Anak-anak pada liburan dan belum balik.”
Aku melihat sekeliling dan perhatikan satu persatu pintu kamar kost. Wah asyik juga ya kost cewek, pikirku. Di dinding pintu tertulis kata-kata lucu, unik dan ada gantungan-gantungan karikatur dan boneka. Kuperhatikan baik-baik. Ada yang tertulis: cowok dilarang masuk kecuali cowokku, Cyntia imoet = cinta monyet (tambahan coretan iseng), Maria, No 5 ini cewek macan-hati-hati bisa gigit, dan sebagainya. Aku sempat tertawa dalam hati dan berbisik, “Wah pasti cakep-cakep neh cewek di sini.. Hahaha..” Habis lucu.
Pada waktu adikku masuk ke kamarnya, kudengar seorang gadis manis keluar kamarnya. Karena aku cowok ya aku perhatikan siapa tuh yang keluar. Ternyata dari kamar yang bertulis Cyntia Imoet.
Tahu nggak? Pada waktu dia keluar aku sempat kaget dan dia juga kaget. Karena dia cuma pakai CD dan kaos ketat. Cuma memang hanya terlihat pahanya yang mulus sebab kaosnya panjang sekali. Kebayang nggak sih? Aku cowok dan bisa membayangkan tubuhnya yang indah dan benar-benar indah dan putih. Dia chinese juga. Saya pastikan dia memang cuma pakai CD tanpa celana pendek.
Pada saat dia membuka pintu dan kaget, dia berseru,
“Aduh sory Ko, kirain cuma ada.. Luci (nama samaran adikku). Sory ya..”
Buru-buru dia menutup pintu. Aku juga nggak enak hati dan malu. Tetapi tiba-tiba viktor aku berjalan kencang. Tahu nggak viktor? Vikiran kotor say..
Aku jadi nggak enak kalo lama-lama di sana. Aku perhatikan sekeliling kamar dan ternyata memang sepi. Yang ada penghuninya cuma kamar adikku dan kamar Cyntia. Lama aku bengong dan pengen pamitan buru-buru sama adikku. Habis gara-gara aku Cyntia bisa ngumpat selamanya. Kan malu.. Biasalah cewek.
Pada saat aku mau pamitan pulang, tiba-tiba pintu kamar Cyntia terbuka dan dia keluar dengan senyum sumringah dengan celana pendek dan kaos ketat tadi. Kupikir dia pasti pakai celana panjang atau tunggu aku pergi baru keluar. Ternyata tidak, dia keluar agar terlihat biasa saja dan dia pandai bermain sikap. Masih dengan celana pendek supaya pahanya yang putih dan betisnya terlihat. Aku tambah nggak enak hati waktu dia keluar terus berkata,
“Ko, sory ya.. Tadi nggak tahu ada Koko.”
Aku diam saja dan pura-pura nggak terjadi apa-apa.
“Nggak Papa lagi. Emang ada apa ya?”
Cyntia tersenyum, “Iya ya.. Nggak Papa juga kok.”
Senyumnya terus menebar. Giginya putih rata. Pada saat dia melewatiku ke kamar adikku, wangi tubuhnya begitu memikat dengan aroma yang khas parfum cewek. Aku sempat menelan ludah dan viktor mulai hidup kembali. Mohon maaf bagi yang bernama viktor.
Cyntia tidak masuk ke kamar adikku melainkan cuma berdiri di pintu kamar dan berbasa-basi dengan adikku, Luci. Kuperhatikan dari belakang pantatnya yang berisi dan pahanya yang mulus. Saat itu juga “adikku” mulai bangun dan keras sekali. Sempat kuberpikir andaikan nggak ada orang dan dia mau kuajak ML pasti akan aku puaskan dia. Benar-benar aku nggak tahan waktu itu. Mana bisa tahan dengan wajahnya dan tubuhnya yang ranum dan oke? Saya sempat berpikir andai bisa kujilati pahanya yang mulus dan putih sampai ke pusarnya.. Wah asyik sekali..
Pada saat saya berpikir begitu, Cyntia berbalik ke aku dan berkata,
“Ko, kok bengong aja? Masuk dong ke kamar Lucia masa duduk aja di situ?”
Saya sempat terperanjat dan hanya menebar senyum.. Cyntia senyum kembali. Sejak saat itu aku bisa memastikan bahwa Cyntia benar-benar suka pada aku dan kayaknya ini cewek bisa didekatin. Pada saat saya selesai berpikir demikian, Cyntia berkata,
“Lus, tahu nggak? Semalam kita clubbing..”
Wah pada saat dengar kata clubbing aku pastikan 100 persen ini cewek bisa diajak keluar dan nggak tertutup kemungkinan diajak ML. Dan ternyata benar pikiran aku..
Dua Minggu Kemudian
Seperti yang sudah saya katakan, aku orangnya rumahan dan sopan. Namun dua minggu kemudian adikku SMS aku dan berkata, “Ko, datang ke kost. Kom rusak.. Pls buruan”.
Karena adik butuh bantuan saya cepat-cepat datang tanpa berpikir panjang lagi. Aku masih takut nanti ketemuan cewek lain lagi dan kejadian dua minggu terulang. Habis biasanya di kost cewek mereka santai dan pakai seksi-seksi sekali. Bagi mereka sih biasa tetapi bagi cowok kan luar biasa.
Pas aku sampai kamar adikku ternyata sudah ada Cyntia. Kali ini dia berkaos ketat. Dia sudah seperti putus asa bantu adik saya. Begitu saya datang dia yang menyapa saya dan menebar senyum.
Aku segera duduk dan jongkok mencari kira-kira mungkin ada kabel yang putus atau apa. Cyntia ikut juga dan tanpa sengaja tangannya bersentuhan dengan tangan aku. Terasa ada getaran yang berbeda. Kulitnya begitu halus dan benar-benar membuat aku tidak bisa konsentrasi. Dia malah tersenyum saja dan seolah-olah nggak terjadi apa-apa. Saya berpikir,
“Wah nih cewek pura-pura juga ya. Nanti kalau dah aku dapat pasti kubuat dia meriuk dalam kegelisahan dan kenikmatan..”
Begitu kedapatan kabel ada yang putus, si Cyntia malah berseru,
“Koko hebat deh.. Jadi pengen punya koko seperti kamu.”
Giginya yang putih dan wajahnya yang bersih terlihat jelas. Kali ini aku memandang wajahnya sedemikian dalam dan langsung menebus bola matanya. Dia terdiam dan aku mendesah..
“Ah.. Selesai juga kerjaan aku.”
Cyntia mulai memasang aksi. Dia mulai bertingkah dan cari perhatian. Aku tahu hal itu. Setelah acara siang itu selesai aku pamitan. Pada saat aku turun sendirian ternyata diam-diam Cyntia mengikutiku. Pas di lantai 2 begitu tidak ada orang, Cyntia mempercepat langkahnya dan berkata,
“Ko sory ya tadi aku mengoda koko.” Pada saat itu nafasnya mendesah dekat dengan aku. Khas wanginya.
“Kapan-kapan Koko main ke sini ya biar nggak ada Luci.” Aku angguk kepala dan menyentuh pundaknya.
“Oke, kamu SMS Koko aja ya..”
Tiga Hari Kemudian
Ponsel aku berdering dan ternyata miscall. Aku balik SMS: sapa neh. Isengin ya.. Tar aku sumpahin bulu keteknya tambah lebat.. Hihihi.
Tak berapa lama SMS balasan muncul: jahat! Ini aku Ko, Cyntia. Aku kangen Ma Koko, nggak deh bercanda (“,)
Aku balas lagi: Ko juga kangen. Ko ke kost kamu ya?
SMS: Jangan, Cyntia belom di kost. 10 menit lagi ya Ko. Cyntia di kampus.
Oke.. CU there.
Aku buru-buru ganti pakaian dan segera berangkat ke kost adikku. Saat itu entah memang sudah diatur si Cyntia atau apa memang keberuntungan. Pada saat aku sampai kost begitu sepi dan tidak ada seorangpun kecuali pembantu kost. Adikku pun nggak ada. Mungkin masih kuliah. Cyntia keluar dan sepertinya dia sudah lama di kost pura-pura baru sampai dari kuliah.
“Wah, capek banget Ko, kuliah hari ini.”
“Oya? Mau dipijitin nggak?” kataku bercanda.
“Memang Koko bisa apa? Mau dong kalau nggak keberatan.” balasnya tenang dan bercanda.
“Mana si Luci? Belum pulang ya.” basa basi aku.
“Tahutuh kayaknya belum deh.. Kan ada Cyntia.. Hehehehe.”
“Daripada ngobrol di luar mending ke kamar Cyntia yuk.. Adem ada AC dan Cyntia lagi nonton juga film horor.”
Aku ingin menolak tetapi karena naluri cowok sudah merasuk dalam diri ini aku ikut saja. Kamarnya rapi dan bersih dan wangi lagi. Entah sudah disemprot atau apa aku nggak tahu yang pasti kamar cewek idaman. Sekeliling meja belajarnya ada fotonya dan juga foto mama dan keluarganya. Ternyata Cyntia berasal dari Semarang.
“Ko mau minum apa?”
“Nggak perlu repot deh. Oya, nggak Papa kan cowok masuk kamar kamu?”
“Awas ya kalau macam-macam?”
Saya jadi nggak enak waktu dia bicara begitu. Aku segera balas,
“Ya nggak lah. Aku nggak menggigit orang kok..”
Tiba-tiba Cyntia berseru dan tertawa genit, “Tadi Cyntia bercanda deh.. Habis lihat tingkah laku Koko kok polos amat.”
Aku tersenyum dan berkata, “Ayo dong puterin filmnya.”
“Cyntia kunci pintu kamar dulu ya kan nggak enak nanti tiba-tiba orang masuk dan kirain kita lagi apaan.. Hahahaha.”
“Terserah kamu sih.”
Tahu nggak, sejak film di putar ternyata saya dan Cyntia sudah bukan nonton film lagi. Melainkan main film. Pada saat pintu dikunci dan gorydn ditutup memang belum terjadi apa-apa. Pada saat 20 menit setelah film mulai, Cintya mulai dekat-dekat ke aku dengan alasan takut. Aku memeluk dan membelai dia.
Dapat kurasakan tubuhnya yang montok dengan dada yang berisi aku memeluk dia. Kupeluk terus dan dia semakin dekat ke aku. Apalagi udara dingin hembusan AC sangat terasa sekali menusuk kulit.
Kudongakkan kepalanya dan dia tersenyum terangsang karena mukanya sudah berbeda. Kukecup keningnya perlahan dan cukup lama dengan penuh perasaan sayang. Jari tangan kiri telunjuk aku eluskan dari matanya perlahan-lahan sekali ke hidung terus ke bibirnya dan kurasakan dia diam dan menutup mata. Kudekatkan bibirku ke bibirnya dan dia diam juga.
Kubisikkan kata-kata mesra, “Cyn, kamu cakep sekali.” ke telinganya dan kujilati sedikit dan dia merapatkan tubuhkan ke aku semakin erat.
Kubisikkan sekali lagi dan kujilati perlahan, “Cyn.. Aku suka sama kamu.”
Cyntia mendesah..”Ohh.. Auhh.. Cyntia juga Ko..”
Sudah kulihat dia terangsang berat saat kubisikkan kata-kata tadi dan kujilati telinganya. Aku membuka kaosnya perlahan-lahan dan dia diam saja. Aku sempat berpikir “Wah ini anak kok diam baget?”
Kulihat dadanya begitu kenyal dan berisi. Begitu bagus dan putih sekali tanpa ada bercak sedikitpun. Sempurna sebagai tubuh wanita yang menginjak dewasa.
Branya yang ungu begitu bagus terbalut di dadanya. Kubuka kancingnya perlahan-lahan lalu kumainkan dengan jari-jari ku di puting susunya yang ranum. Aduh penis ku begitu keras seolah-olah akan meledak. Putingnya coklat indah sekali. Begitu keras juga.
Cyntia membenamkan kepalanya di samping kepalaku. Waktu itu posisi kami memang senderan di tembok di atas springbed. Film sialan horor terus menjerit-jerit karena pemainnya sedang diburu monster aneh. Jeritan itu terus menerus menghantui nafsu ku seolah-olah aku ingin membuat Cyntia menjerit.
Aku terus memainkan puting susunya dan tubuhnya bergetar kejang keras. Dia menjambak rambutku yang pendek dan mendesah..”Auhh..”
Nafsuku berpacu kencang. Aku mencium dadanya sebentar lalu kembali ke bibirnya. Kumainkan lidahku di bibirnya dan dia berbisik,
“Aduh geelii..”
Aku lanjutkan ke dadanya dan kali ini ke buah dadanya yang ranum. Kujilati puting susunya perlahan sambil putus-putus dan dia begitu terangsang lalu meraih celana aku dan membuka celana aku.
Aku tahan..”Tunggu say, permainan baru dimulai..”
Tangannya terdiam dan kubaringkan dia tanpa sehelai baju pun. Dia terdiam sambil menggigit kedua jari tangannya. Mungkin dia malu tetapi malu karena rangsangan. Aku merosot celana panjangnya dan dia terdiam.
Kupandangi tubuhnya yang telentang di spingbed sungguh luar biasa. Begitu indah dan bagus sekali.
Pikiran ku terus bergolak,
“Andai aku bisa setubuhi dia sungguh dahsyat. Tubuhnya pasti siap menerima aku dan kepunyaanku yang besar.”
Kupandangi begitu lama dan dia seolah-olah kedinginan karena butuh kehangatan. Memang kamarnya dingin karena hawa AC. Kulihat dia memakai CD saja dan aku buru-buru melepaskan baju ku dan celana panjangku. Biar adil aku memakai CD juga.
Kembali kurebahkan tubuhku ke tubuhnya dan kutiduri. Aku mencium mulutnya bertubi-tubi dan dia diam saja tanpa aksi. Sepertinya dia benar-benar polos. Sementara itu salah satu tanganku terus memainkan puting susunya. Kujilati telinganya untuk kesekian kali dan kuberbisik, “Cyn, aku sayang sama kamu. Aku puasin kamu ya.”
Dia tetap mengigit kedua jari tangannya dan mengangguk kecil..
Aku mendengus puting susunya dan terus menjilatinya. Gigiku ku dekati putingnya aku gigit tapi tidak keras-keras sementara ujung lidahku mengitari putingnya dari dalam. Kulihat kakinya gemetaran dan merapat. Aku terus mencium dan menjilati puting susunya dan turun perlahan-lahan ke pusar lalu berhenti dan kembali lagi dari atas. Tiba-tiba aku merasa pingin sekali menjilati pahanya yang putih dan berisi. Kali ini sedikit aku gigit lepas dan dia berpindah posisi menyamping karena kenikmatan. Aku nggak enak juga dan kembali merebahkan atau merentangkan tubuhnya seperti semula.
Aku merosot CDnya dan dia menahan aku.
“Jangan Ko, aku belum pernah sejauh itu.”
Aku urungkan dan aku kembali mencium bibirnya dan berpacu berdua sedemikian cepat. Kali ini kulirik CD nya dan kudapatkan basah.. Aku pura-pura nggak tahu dan terus berpacu di dadanya dan tubuh atasnya. Kulorotkan CD nya perlahan-lahan tanpa dia sadari karena kenikmatan yang ada. Aku juga perlahan-lahan merosotkan CD aku dan ternyata kali ini kami benar-benar bugil. Biar dia tidak terasa, aku berpikir cerdik. Segera kuraih selimut dan kututupi tubuh kami berdua. Sempat ku menyentuh bibir kemaluannya yang sedikit ada bulu-bulu halus. Dia memang baru berumur 20.
Tanpa aba-aba lagi, tiba-tiba aku langsung menghujamkan penis aku yang super tegang ke vaginanya. Dirinya menjerit tertahan dan penuh kenikmatan juga. Kaget mungkin merasakan benda keras dan panjang masuk ke tempat paling pribadinya.
“Auh.. Oh.. Ko.. Ke.. Napa? Owh.. Ahh.. Saa.. Kkitt..”
Aku cabut karena nggak tega mendegar jeritannya. Tubuhnya bergetar dan kurasakan sekali. Aku pun menurunkan kepala aku dan kujilati vaginanya terutama klitorisnya. Baunya khas dan aku suka sekali. Entah kenapa aku selalu suka mencium V wanita. Kumainkan lidahku dan kulihat dia mendesah kuat dan kakinya bergetar sekali. Dia meraih kepalaku dengan tangannya artinya dia tidak mau lagi dioral melainkan ingin merasakan penisku.
Aku berdiri dan perlahan-lahan aku masukkan lagi. Bless.. Begitu mulus karena cairan kenikmatan dia membasahi seluruh kemaluannya. Maju mundur dan tanpa ampun lagi aku terus mengocok penisku di liang vaginanya. Dia menjerit tetapi tangannya meremas badanku dan berusaha menjambak rambut ku sedemikian rupa. Aku setengah berbaring dengan kedua tangan tertahan di sisinya.
Dapat kurasakan dia sedikit marah tetapi marah yang penuh kenikmatan. Aku terus memaju mundurkan penisku berulang-ulang dan dia merebah badannya sendiri di kasur. Kali ini selimut aku buang dan aku berlutut di atas badannya. Dia memenjamkan mata pekat dan tidak berani menatap aku. Aku naikkan kedua pahanya ke atas dan kuhujamkan berulang-ulang dengan cepat..
Mukanya lirih tetapi merah dan sebentar-bentar dia merintih. Aku pompa terus penuh nafsu dan dia merintih.
“Saa.. Kkitt.. Auhh.. Ohh.”
“Ohh..”
Tiba-tiba aku merasakan sesuatu akan muncrat dan kupercepat goyangku dan dia terus merintih.. Pada saat hampir aku ejakulasi aku merebah ke tubuhnya dan kupeluk sangat erat sampai hampir saja dia tidak bisa bernapas.. Akhirnya pun aku ejakulasi. Dia merapat sangat erat dan melingkari aku dengan kedua pahanya secara rileks.. Aku percepat sampai akhirnya..
“Ahh.. Ohh.. Cynt.. Ohh.. Ahh.”
Begitu banyak sperma yang keluar di vaginanya dan kurasakan aku kenikmatan sekali.. Begitu luar biasa. Penis aku yang cukup besar mungkin sakit bagi Cyntia yang baru pertama kali. Lucunya penis aku belum loyo meski sudah ejakulasi. Masih terdiam keras beberapa saat sampai akhinya loyo dan aku cabut.
Kudekap Cyntia ku penuh sayang dan dia tersenyum manis.. Kami berdua telanjang cukup lama dan saling pelukan. Kubisikkan kata sayang, “Cyntia, aku sayang sama kamu dan aku ingin mencintaimu..”

Dia mencium aku dan berkata, “Aku juga Ko.. Aku sayang Koko.. Thanks ya.. Koko cape nggak?”
E N D